Pages

Kamis, 17 Maret 2016

Backyard Activity: Memotret Kinan












Embracing the Sun


Pemandangan pagi saat berangkat ke sekolah.
Jalan santai. (thanks, Pramuja--karna dia yang motret gambar ini)

Lomba memasak untuk bapak guru.
Guess who (Yang pasti jomblo)
 
 
Percayalah. Foto ini sangat langka daripada komet Halley.
Kotoran hidung (in Indonesian)


Fallin' in love with this photo.
Gonna miss this view.

Selasa, 08 Maret 2016

GMT Palangkaraya 2016

Sangat susah untuk mendapatkan foto matahari total atau yang nampak seperti bulan sabit. Kecewa banget karena suasananya mendung :(


Totally failed!! :(


Sabtu, 20 Februari 2016

Kisah-kisah Saat Kejurnas Drumband Junior Bekasi

Masih tak bisa lupakan momen ini kawan-kawan!!!!! Dari awal berangkat sampai pulang yang diselingi oleh kejadian-kejadian indah yang menyedihkan--membuat butiran air mata saya jatuh mengalirrrrrrr.

Ndaku sangat bangga bisa menjadi salah satu pemain yang mewakili MTsN 1 Model Palangkaraya ke Kejurnas Bekasi Junior. BOMB (Banjarmasin Open Marching Band) pun saya turut serta.

02 Desember 2015

Hari itu keadaannya mendung dan dingin. Kami semua para peserta diminta untuk ke sekolah dengan tujuan minta doa restu agar saat pulang nanti kami membawa piala.

Semuanya pakek kokarde dan punya saya ketinggalan :------((((


Kami semua diharapkan untuk  berangkat ke bandara pada pukul 11.00 (kalau tidak salah)

Daaaaaaaaan.




WE'RE HERE!


Hongkong?? Tidak-tidak. Inimah Jakarta!

Perjalanan Jakarta-Bekasi membutuhkan waktu kurang lebih satu jam (tergantung kondisi jalan tol). Kami menginap di Islamic Centre Bekasi dan sampai disana malam (lupa jam berapa) (kayaknya sudah mendekati larut)

Aku dan para pemain snaredrum (minus dua orang) kedapetan kamar 11 dan pada saat pertama kali membuka pintuu. WoW dingin dikarenakan AC. Iya ada AC dan kipas angin pula. Untuk jumlah ranjang ada 14. Ranjangnya tingkat, sekamar ada 8 orang dan ada semacem rak gitu untuk menaruh baju-baju.

03 Desember 2015

Besoknya kami bangun pagi-pagi untuk bersiap-siap pergi ke lokasi lomba. Dan lokasinya itu dekat dengan tempat menginap dengan berjalan kaki melewati jembatan penyebrangan. Di pky mah belum ada, jadi saat nyebrang berasa kaya orang kantoran Jakarta geto deh.

Snaredrum player.

Pak Anto.

Stadion Bekasi.

Latihan street parade.

Latihan padarampak


Pada waktu itu kami menunggu hampir dua jam untuk ngapain saya juga tidak tau. Yang jelas, pada saat lawan kami dari Lampung datang, melihat betapa hebatnya mereka bermain musik, tak salah satu dari kami yang tak bergeming.

'Ya ampun bagus banget'

'Apakah kami bisa menang dengan lagu kami??'

'Trompetnya menggelegar'

'Apakah pemain trompet kami tidak kalah bagus?'

Kira-kira itu yang ada di pikiran saya saat itu. Belum lagi mendengar permainan perkusinya oh my Godness, my Lord.

Malamnya, pak Anto menyuruh kami kumpul untuk membahas lomba ujuk gelar besoknya seperti koregrafi, musik, jalur keluar-masuk. Lalu tidur.


04 Desember 2015

Berfoto sebelum padarampak.



Padarampak

Pembaca janji Atlet

Setelah lomba padarampak, pada tepar semuanya. Banyak yang pucat gara-gara upacara pembukaan termasuk saya wkwkwk. Setelah itu disuruh bersiap-siap untuk lomba unjuk gelar. Sebelum tampil, seperti biasa Ninis dan saya mendengarkan lawakan Anin dan ketawa-ketawa gak jelas.

ONE BAND, ONE SOUND, ONE HEART.
Menunggu
Rehearseal.
Kalo gak salah, peserta yang terakhir rehearseal itu kami.

Selesaiiii.
Saat selesai, jatuhlah air mata. Takut kalau ternyata saya melakukan kesalahan yang tidak disadari.Ternyata bukan cuman saya, tapi hampir semuanya menangis terkecuali yang laki-laki.

Tapi ini masih belum berakhir. KENAPAAAA???? Karena kami masuk ke final. Jadi penampilan yang pertama semacem seleksi gitu deh (ga paham juga). Alhamdulillah masih bisa memperbaiki kesalahan.

Malamnya pak Anto menyuruh kami kumpul lagi untuk mengevaluasi beberapa kesalahan dan semua handphone disita agar kami tidak tidur larut malam tapi saya tidak ikut karna saya tidur dan hp saya tidak disita HEHEHE.

05 Desember 2015 

Berfoto bersama.
Saya, Anin dan Ninis.


06 Desember 2015

Dan inilah saat yang ditunggu-tunggu yaitu lomba street parade. WOO HOOOOOO. Saya tidak bisa menjelaskan betapa antusiasnya diri ini. Kenapa enggak?! Karena kostumnya keren AAAAH. Pakai lawung lagi :'))) Awalnya semua pemain mau digambarin tato (bukan tato permanen) di tangan dan muka. Tapi karna waktunya tak cukup jadi hanya para lelaki, mayoret, field commander dan color guard saja. KECEWA HM.

Bersama pak Rasno, pelatih Marching Band MTsN 1 Model Palangkaraya.
Rangga si pemain quintom, saya, Ninis dan Anin.
TATONYA KEREN. Dayak banget.
Tasya, Welda, Rangga dan Syaharani!!
Menunggu.
Field Commander (Adinda) dan mayoret (Devi dan Muny) bersama para juri dan pelatih.
Ibu Nisa!

Rutenya itu dari seberang Islamic Centre dan berakhir di kantor walikota Bekasi. Sampai sana, semuanya pada tepar. Dan tato para lelaki pun kalah oleh keringat. Yosrizal, adik kelas saya keram. Saya gak tau sih seberapa parah sampai dia ga bisa jalan untuk beberapa saat.

Serius banget sih, si Anin.
 Dan sampailah kami pada akhir lomba dan pengumuman juara lomba pun disebutkan.

Fokus ke posenya si Anin.

Anin, saya, Tasya dan Annisa. Ninis gak ikut karna dia pasukan item.


Bapak pelatih bersama piala.

Muantep pak Ahim


07 Desember 2015

Hari itu pagi-pagi kami sudah siap untuk berangkat ke Ancol karena takut ditinggal. Sampai disana, saya, Anin dan Ninis sudah tidak sabar untuk ke Dufan. Maka berangkatlah kami ditemani dengan mamanya Ninis, Alinda dan mamanya menaiki bus yang bernama Wara Wiri tanpa membayar alias gratis tiS. Untuk sampai ke Dufan harus dua kali berganti bus.

Sampai di Dufan, saya, Ninis , Alinda dan Anin langsung menaiki wahana Kora Kora. Wahana ini semacem kapal bajak laut yang di ayun-ayunkan. BENER-BENER MENEGANGKAN. ADRENALIN YANG TERPACU!! Saya teriak-teriak. Si Anin juga. Tapi teriaknya kalem dan suaranya kecil. Alhamdulillah stok suara saya masih ada.Setelah itu saya sakit perut dan kami membeli Taiwan Crispy ukuran large dengan tingkat kepedasan yang sedang. Saat menunggu, Anin melihat wahana Hysteria dan langsung mupeng dengan mata berbinar-binar. Tapi kami tak setuju karena kami tidak mau muntah-muntah. Kan malu diliatin cogan dan cecan Jakarta.

Kami mengantre untuk menaiki Ontang Anting. Setelah itu saya sakit perut dan kami membeli Taiwan Crispy ukuran large dengan tingkat kepedasan  yang sedang. Saat menunggu, Anin melihat wahana Hysteria dan langsung mupeng dengan mata berbinar-binar. Tapi kami tak setuju karena kami tidak mau muntah-muntah. Kan malu diliatin cogan dan cecan Jakarta. Dan saat wahana dihidupkan, kami melihat rombongan lainnya.

Wahana yang kami coba adalah Halilintar, Ice Age Arctic Adventure. Sebenarnya kami juga ingin nyoba Niagara Gara tapi tidak jadi karena waktu kami sudah habis.

Sayangnyaa, selama di Dufan kami tidak ada berfoto karena saking takutnya kehabisan baterai.
Melihat kebakaran saat melintasi tol.
 Setelah semuanya berkumpul di bis, kami pun balik ke penginapan. Malamnya, semua orang sibuk packing untuk besok alis pulang ke Palangkaraya. Sedih sekaligus homesick.

08 Desember 2015


Menunggu boarding pass.
Tidak sia-sia kami latihan dan Alhamdulillah kami pulang dengan membawa piala yaitu :
  1. Juara 1 lomba padarampak Divisi Utama.
  2. Juara 1 lomba unjuk gelar Divisi Madya.
  3. Juara 3 lomba street parade Divisi Utama
  4. The best solo horn (Andini with her mellophone)
  5. The best color guard.
  6. The best hornline.
Terimakasih kepada para pemain karna telah memberikan kenangan indah yang nempelnya awet banget sampai detik saya menulis ini. Terimakasih kepada kamar 11, gak bakal lupa rutinitas kita sebelum tidur yaitu ketawa-ketawa dengerin siapa aja yang ngelawak. Terimakasih kepada pemain perkusi stensa mopa!!! Ugh, gak bakal ngelupain permainan muqaddimah dan mars 5 kita WOOO!

Akhir kata saya ucapkan terimakasih karena mau mebaca postingan sekaligus curhatan saya ini (T^T)

(credit gambar : kamera Pak Anang)